POLAJABAR.COM - Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menjadi sorotan publik menyusul kontroversi yang melibatkan kepala daerahnya sendiri. Hal ini terjadi setelah video klip lagu berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta menjadi viral di berbagai platform digital.
Kepala daerah yang akrab disapa Om Zein ini akhirnya mengambil langkah tegas menyikapi reaksi negatif yang muncul dari masyarakat luas. Keputusan krusial yang diambil adalah menghapus keseluruhan video klip lagu ciptaannya tersebut dari peredaran publik.
Keputusan penghapusan ini merupakan respons langsung terhadap gelombang kecaman yang masif dari berbagai kalangan masyarakat. Lagu dan lirik yang beredar dinilai oleh banyak pihak mengandung unsur yang menyinggung dan bahkan dianggap melecehkan kaum perempuan.
Meskipun langkah penghapusan telah dilakukan, kegaduhan yang timbul akibat insiden ini ternyata belum sepenuhnya mereda. Bahkan, isu mengenai lagu tersebut terus meluas dan menarik perhatian publik yang semakin membesar.
Sebelum mengambil keputusan final, Bupati Saepul Bahri Binzein telah berupaya meredakan situasi dengan menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf ini disampaikan secara terbuka melalui kanal media sosial maupun interaksi langsung dengan publik.
Namun, upaya permohonan maaf yang telah dilakukan tersebut diketahui belum cukup efektif untuk meredam kritik dan kekecewaan yang sudah terlanjur menyebar luas di masyarakat. Dikutip dari sumber berita, kegaduhan tersebut justru dilaporkan terus meluas seiring berjalannya waktu.
Menyadari dampak negatif dan meluasnya kegaduhan yang ditimbulkan karyanya, Bupati Purwakarta memberikan klarifikasi mengenai niat awal penciptaan lagu tersebut. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan pemahaman kepada publik.
Bupati Purwakarta menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk saat ia menulis lirik lagu tersebut, yang ternyata diciptakan enam tahun silam. "Sadar akan kegaduhan yang terjadi, Bupati Purwakarta atau lebih dikenal Om Zein menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk saat menulis lirik lagu tersebut enam tahun silam," demikian disampaikan perihal niat penciptaan lagu tersebut.
Dikutip dari sumber berita, Bupati Saepul Bahri Binzein sebelumnya juga telah menyampaikan penyesalannya atas kegaduhan yang terjadi. "Meski sudah melakukan permohonan maaf secara terbuka baik di media sosial maupun secara langsung, namun hal itu belum meredam kegaduhan, bahkan insiden ini terus meluas dan semakin banyak yang mengecam," jelas situasi pasca permohonan maafnya.
