POLAJABAR.COM - Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan setelah salah satu wilayahnya, Kecamatan Bojongloa Kaler, tercatat memiliki konsentrasi pemain judi online tertinggi di daerah tersebut. Fenomena ini memperlihatkan urgensi pentingnya langkah nyata untuk mengatasi kecanduan digital yang mengancam stabilitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada semester pertama tahun 2025, wilayah ini menjadi salah satu episentrum aktivitas taruhan ilegal tersebut. Dilansir dari Detikcom, sebaran transaksi judi online ini didominasi oleh beberapa wilayah padat penduduk di Jawa Barat dan Jakarta.
"Kabupaten Bogor mencatat 103.092 pemain dengan jumlah transaksi deposit mencapai Rp 414,4 miliar, disusul Jakarta Barat dengan 89.320 pemain senilai Rp 606,6 miliar," ujar PPATK dalam dokumen resminya. Data ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota dalam aktivitas
