POLAJABAR.COM - Grey Art Gallery yang terletak di kawasan bersejarah Jalan Braga, Kota Bandung, mendadak riuh oleh langkah kaki tiga anak kecil. Mereka tampak antusias menyusuri setiap sudut ruang pameran seni tersebut untuk melihat berbagai memorabilia bersejarah.
Anak-anak tersebut didampingi oleh sang ayah, Nopi Maulana (42), yang sengaja mengajak mereka berkunjung pada Sabtu (18/7/2026). Kehadiran keluarga kecil ini bertujuan untuk mengenalkan warisan sejarah klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.
Di dalam galeri, pandangan ketiga bocah itu langsung tertuju pada deretan jersi lawas yang dipajang dengan rapi. Selain pakaian bersejarah, kilauan trofi juara di balik etalase kaca juga berhasil menarik perhatian mereka.
"Itu pemain Persib zaman dulu," ujar Nopi Maulana ketika membimbing ketiga buah hatinya di sela pameran tersebut. Ia sesekali berhenti untuk menunjuk foto-foto lama yang dipajang di dinding galeri agar anak-anaknya lebih paham.
Bagi anak-anak seusia mereka, deretan benda bersejarah tersebut mungkin hanya terlihat sebagai koleksi pajangan yang menarik secara visual. Namun, bagi Nopi, setiap barang yang dipamerkan memiliki nilai sejarah mendalam yang harus dipahami oleh generasi penerus.
Kunjungan ini menjadi sarana edukasi kultural yang penting bagi keluarga tersebut di tengah modernisasi dunia sepak bola. Nopi ingin memastikan bahwa kecintaan terhadap Persib tidak hanya sekadar hobi, melainkan sebuah warisan turun-temurun yang bernilai.
Dikutip dari Detikcom, langkah Nopi ini menjadi bukti nyata bagaimana kecintaan terhadap klub lokal dapat diwariskan secara kreatif melalui ruang publik. Melalui media visual seperti foto dan piala, sejarah panjang Maung Bandung menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan yang kuat pada diri anak-anak terhadap identitas daerah mereka. Warisan nilai-nilai klub kini resmi mengalir ke generasi berikutnya melalui kisah-kisah yang diceritakan langsung oleh sang ayah.
