POLAJABAR.COM - Dampak kemarau panjang tahun ini mulai dirasakan secara nyata oleh sebagian warga di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.
Di kawasan tersebut, seorang warga bernama Lina (50) kini harus menghadapi kenyataan pahit akibat krisis air bersih yang melanda tempat tinggalnya. Kondisi sulit ini diketahui telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sumur-sumur galian milik warga setempat mulai mengering secara perlahan. Sumur yang biasanya menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari kini sudah tidak berfungsi lagi.
Dampak dari kekeringan ini juga terlihat jelas pada kondisi lingkungan di sekitar pemukiman warga yang mulai gersang. Pelataran rumah warga kini tampak diselimuti debu-debu halus akibat jarangnya aktivitas penyiraman.
"Sudah dua bulan lamanya tidak ada lagi air yang bisa disedot dari kedalaman tanah di dapur rumah saya," ujar Lina. Ia hanya bisa menatap nanar ke arah lubang sumur yang kini tidak lagi menghasilkan air tersebut.
Mesin pompa air yang biasanya menderu setiap hari kini terpaksa dimatikan karena tidak ada lagi pasokan air di dalam tanah. Saat keran air di dapur diputar, yang terdengar hanyalah kesunyian tanpa ada setetes air pun yang mengalir.
Krisis air bersih ini diharapkan segera mendapat perhatian dan solusi cepat dari pihak pemerintah daerah setempat. Dikutip dari detikcom, situasi kekeringan di kawasan ini menjadi potret nyata dari dampak perubahan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sukabumi saat ini.
