POLAJABAR.COM - Kawasan olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, mendadak gempar setelah terjadi sebuah ledakan pada Sabtu (11/7) malam. Insiden ini langsung mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian setempat yang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti berbahaya yang diduga menjadi sumber atau bahan peledak. Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah bubuk aluminium serta lilitan kabel.

Berdasarkan penelusuran awal, peristiwa mencekam ini bermula dari perselisihan yang terjadi di antara sesama pedagang kaki lima (PKL) di area tersebut. Ketegangan yang terus memuncak akhirnya berujung pada munculnya suara ledakan yang mengejutkan warga sekitar.

Hal yang menarik perhatian publik adalah keterlibatan salah satu pedagang berinisial AAS (28) dalam pertikaian tersebut. AAS diketahui memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana teroris (napiter), sehingga polisi kini mendalami keterkaitannya dengan ledakan itu.

"Aparat kepolisian saat ini tengah menyelidiki secara mendalam mengenai peran dari AAS dalam peristiwa tersebut," demikian keterangan pihak berwenang yang dikutip dari detikJabar pada Minggu (12/7/2026).

Sebagai langkah solusi praktis, penting bagi para pelaku usaha di ruang publik untuk selalu mengedepankan komunikasi yang sehat saat terjadi perselisihan. Menyelesaikan konflik secara damai melalui mediasi paguyuban pedagang atau pengelola kawasan dapat mencegah gesekan fisik maupun tindakan anarkis.

Selain itu, masyarakat dan pedagang diimbau untuk selalu waspada terhadap barang-barang mencurigakan di sekitar tempat beraktivitas. Jika melihat adanya aktivitas atau benda yang tidak biasa, segera laporkan kepada pihak berwenang atau keamanan setempat demi menjaga kondusivitas bersama.

Saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan peran pasti dari AAS dalam insiden tersebut. Area olahraga Dadaha kini berada dalam pengawasan guna memastikan situasi kembali aman dan kondusif bagi publik.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.