POLAJABAR.COM - Nadira Az Zahra (21), seorang mahasiswi dari Universitas Telkom, akhirnya berhasil ditemukan setelah sempat menghilang dalam periode waktu yang cukup lama. Mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) ini diketahui berasal dari Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Perempuan muda yang menempuh studi di Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) angkatan 2025 ini sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Masa pencarian Nadira berlangsung hampir selama enam hari sebelum akhirnya membuahkan hasil positif.

Penemuan kembali mahasiswi tersebut menjadi sorotan publik, namun proses di balik keberhasilan pencarian ini menyimpan sebuah misteri tersendiri. Pihak kepolisian mengonfirmasi adanya peran signifikan dari pihak ketiga yang tidak diketahui identitasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Bandung, AKBP Anton, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini. Beliau membenarkan adanya elemen kejutan dalam upaya menemukan kembali mahasiswi yang sempat hilang tersebut.

AKBP Anton mengungkapkan bahwa di balik proses penemuan Nadira, terdapat kontribusi dari seorang sosok misterius yang identitasnya masih belum terungkap ke publik. Sosok ini memainkan peran krusial dalam memecahkan teka-teki hilangnya mahasiswi tersebut.

Sosok misterius tersebut, menurut keterangan resmi dari kepolisian, memberikan informasi penting secara sukarela kepada tim pencari. Bantuan ini sangat berarti dan secara langsung membantu mempercepat proses penemuan Nadira Az Zahra.

"Di balik penemuan Nadira, terdapat sosok misterius yang belum diketahui identitasnya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton. Pernyataan ini menggarisbawahi adanya kolaborasi tak terduga dalam operasi pencarian tersebut.

Lebih lanjut, AKBP Anton menjelaskan bahwa meskipun sosok tersebut sangat membantu, pihak kepolisian memutuskan untuk merahasiakan identitasnya dari liputan media massa. Keputusan ini diambil demi pertimbangan keamanan dan kelancaran investigasi lebih lanjut.

"Sosok misterius itu, menurut Anton, memberikan informasi secara sukarela dan turut membantu dalam proses pencarian," kata AKBP Anton. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang diberikan bersifat proaktif dan tanpa pamrih.