POLAJABAR.COM - Sebuah bangunan milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik setelah videonya menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Lokasi spesifik bangunan tersebut berada di Kampung Girimulya, tepatnya di RT 02 RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat. Keberadaannya menimbulkan pertanyaan karena letaknya yang dianggap tidak biasa.
Bangunan KDMP ini didapati berada di tengah kawasan yang dikenal sebagai Stone Garden, sebuah area yang memiliki karakteristik geologi berupa gunung purba. Hal ini membuat strukturnya terlihat kontras dengan lingkungan alaminya.
Dalam rekaman video yang beredar, koperasi tersebut tampak sulit dijangkau karena dikelilingi oleh vegetasi lebat. Koperasi itu seolah terisolasi di tengah hutan, dikepung oleh semak belukar dan rumpun tanaman bambu.
Kondisi geografis yang terpencil inilah yang memicu keheranan publik dan mendorong rasa ingin tahu mengenai fungsi serta akses menuju fasilitas tersebut.
Keunikan lokasi ini menunjukkan bagaimana sebuah entitas komunal dapat berdiri di tengah lanskap alam yang menantang dan terisolasi secara geografis. Fakta mengenai keberadaan bangunan ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Dilansir dari sumber yang memuat informasi awal, bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Girimulya, RT 02 RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mendadak jadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
Fakta mengenai kejanggalan lokasinya dijelaskan lebih lanjut, di mana keberadaan KMP itu dianggap tak lazim karena ada di tengah-tengah gunung purba yakni kawasan Stone Garden.
Lebih lanjut, deskripsi visual dari video yang viral tersebut menggambarkan kondisi koperasi yang seolah tak memiliki akses mudah menuju lokasi tersebut. Hal ini disebabkan karena koperasi itu dikelilingi semak belukar dan tanaman bambu alias di tengah hutan.
