POLAJABAR.COM - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Stasiun, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada hari Selasa tanggal 23 Juni 2026. Kejadian ini bermula dari penemuan sesosok mayat wanita di salah satu kamar hotel tersebut.

Peristiwa ini langsung menarik perhatian pihak kepolisian setempat, karena saat ditemukan, tidak ada satu pun kartu identitas atau telepon genggam milik korban yang ditemukan oleh petugas di lokasi kejadian. Hal ini menambah lapisan misteri pada kasus kematian tamu hotel tersebut.

Kronologi penemuan bermula ketika staf hotel hendak melakukan pengecekan rutin terhadap kamar yang dihuni tamu tersebut. Kecurigaan mulai muncul karena tamu yang menginap sejak hari sebelumnya tidak kunjung meninggalkan kamar.

Waktu check out telah terlewati, yakni pukul 12.00 WIB, namun tanda-tanda keberadaan tamu tersebut tidak terlihat dari luar kamar. Staf hotel kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan lebih lanjut demi memastikan kondisi tamu.

Petugas hotel akhirnya berinisiatif membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan yang mereka miliki. Tindakan ini dilakukan setelah prosedur standar check out terlewati tanpa adanya respons dari tamu yang bersangkutan.

Saat pintu terbuka, pemandangan yang mengerikan menyambut petugas, di mana korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas tempat tidur kamar hotel tersebut.

Setelah memastikan kondisi korban yang sudah meninggal dunia, pihak hotel segera mengambil langkah cepat untuk melaporkan penemuan tak terduga ini kepada pihak berwenang. "Pihak hotel segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikole," demikian disampaikan oleh salah satu sumber internal.

Kasus ini kini sedang dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak Kepolisian Sektor Cikole untuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti meninggalnya tamu wanita misterius tersebut.

Dikutip dari sumber berita yang meliput kejadian ini, penemuan mayat tanpa identitas ini menimbulkan tanda tanya besar bagi warga sekitar dan aparat penegak hukum.