POLAJABAR.COM - Seorang pria berusia 36 tahun di Singapura baru-baru ini menghadapi konsekuensi hukum yang berat atas serangkaian kejahatan seksual yang dilakukannya terhadap remaja. Perbuatan ini dilakukan demi memuaskan fetish pribadi yang sangat tidak biasa dan membahayakan korban.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Chew, terbukti secara sengaja menipu dan memanfaatkan puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP). Motif utamanya adalah untuk menyaksikan remaja laki-laki mengalami sakit perut dan diare akibat perbuatannya.
Pengadilan setempat telah menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 6 tahun 1 bulan terhadap Chew atas perbuatannya yang meresahkan masyarakat tersebut. Hukuman ini mencerminkan keseriusan tindak pidana yang telah dilakukannya.
Chew telah menyatakan pengakuan bersalah atas total 11 dakwaan yang diajukan kepadanya. Dakwaan-dakwaan tersebut mencakup tindakan penyamaran, komunikasi seksual yang melibatkan anak di bawah umur, serta pemberian obat pencahar secara ilegal kepada korban.
Selain dakwaan yang diakui, terdapat 17 dakwaan lain yang turut dipertimbangkan oleh majelis hakim dalam menentukan berat ringannya hukuman akhir yang dijatuhkan. Hal ini menunjukkan luasnya cakupan pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa.
Aksi kejahatan terstruktur yang dilakukan oleh Chew ini ternyata telah berlangsung selama periode waktu yang cukup panjang. Kejahatan tersebut terdeteksi telah terjadi selama lima tahun, membentang dari tahun 2018 hingga tahun 2023.
Rata-rata korban yang menjadi sasaran utama dari pria berusia 36 tahun ini adalah siswa SMP yang masih sangat belia. Usia para korban yang menjadi targetnya berkisar antara 13 hingga 15 tahun.
Dilansir dari Channel News Asia, pria bernama Chew tersebut divonis hukuman 6 tahun 1 bulan penjara oleh pengadilan setempat, menggarisbawahi ketegasan sistem peradilan dalam menangani kasus pelecehan anak.
"Ia mengaku bersalah atas 11 dakwaan, termasuk penyamaran, komunikasi seksual dengan anak di bawah umur, serta pemberian obat pencahar secara ilegal," demikian keterangan mengenai pengakuan terdakwa yang disampaikan oleh Channel News Asia.