POLAJABAR.COM - Praktik pembelian properti hasil sitaan bank atau foreclosure di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan publik. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi ketika proses serah terima bangunan justru mengungkap temuan yang tidak disangka-sangka oleh pemilik barunya.
Transaksi properti ini melibatkan seorang pembeli bernama Edward Marchion. Ia resmi memenangkan lelang sebuah rumah sitaan yang berlokasi di kawasan Burlington, Connecticut, Amerika Serikat, pada awal musim panas tahun ini.
Bangunan rumah tersebut berdiri di atas lahan seluas lebih dari dua hektare dengan luas bangunan mencapai sekitar 260 meter persegi. Properti bernilai tinggi ini berhasil dimenangkan oleh Marchion dengan nilai transaksi sebesar US$525.000 atau setara Rp8,5 miliar dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS.
Analisis Cuaca Bandung Raya 22 Juli 2026: Potensi Hujan Ringan dan Udara Sejuk Sepanjang Hari
Secara fisik, hunian ini tergolong mewah dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Bangunan tersebut dilengkapi dengan empat kamar tidur, tiga kamar mandi, area patio, dek luar ruangan, hingga fasilitas jacuzzi.
Namun, insiden tak terduga muncul ketika sang pemilik baru mendatangi properti tersebut untuk pertama kalinya. Saat memasuki area dalam bangunan, Marchion justru menemukan tiga jenazah yang berada di dalam rumah yang baru saja ia beli.
"Pembeli memenangkan lelang rumah sitaan bank tersebut pada awal musim panas sebelum menemukan tiga jenazah saat pertama kali memasuki lokasi," ungkap narasi informasi yang dikutip dari detikProperti.
Secara analitis, transaksi rumah sitaan perbankan kerap membawa dinamika tersendiri bagi investor properti. Meskipun menawarkan harga yang cenderung di bawah nilai pasar, proses pembelian aset lelang sering kali memiliki tingkat risiko tinggi terkait kondisi aktual fisik bangunan.
Banyak skema lelang properti sitaan menerapkan sistem penjualan kondisi apa adanya tanpa pemeriksaan fisik mendalam terlebih dahulu. Hal ini membuat pemenang lelang harus menanggung seluruh risiko hukum maupun kondisi riil di lapangan setelah proses transaksi selesai secara administratif.
Peristiwa yang dialami oleh Edward Marchion ini menjadi gambaran penting mengenai pentingnya evaluasi risiko menyeluruh dalam transaksi aset sitaan. Penanganan kasus temuan jenazah tersebut kini dalam pencermatan pihak berwenang guna menyelesaikan aspek teknis dan legalitasnya.
