POLAJABAR.COM - Momen kebersamaan saat menyaksikan pertandingan Liga Sepak Bola melalui acara nonton bareng (nobar) telah mengakar kuat sebagai tradisi penggemar olahraga di Indonesia. Kegiatan yang penuh semangat ini sering kali menjadi ajang berkumpul yang menyenangkan bagi banyak orang.
Namun, kesenangan dalam momen nobar ini seringkali datang dengan risiko kesehatan, terutama terkait pola konsumsi makanan dan minuman yang kurang ideal. Banyak hidangan pendamping yang cenderung tinggi kalori dan rendah nutrisi seringkali dipilih selama pertandingan berlangsung.
Aktivitas nobar umumnya memakan waktu sekitar 90 menit, durasi yang rentan memicu konsumsi camilan secara berlebihan tanpa disadari oleh penonton. Kebiasaan ini dapat dengan mudah mengganggu keseimbangan asupan energi harian seseorang.
Akumulasi asupan energi ekstra yang terjadi selama sesi nobar secara rutin dapat memberikan dampak signifikan terhadap perubahan berat badan para penggemar sepak bola. Hal ini menjadi perhatian serius bagi mereka yang sedang menjaga bentuk tubuh.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, para ahli gizi kini mulai memberikan panduan spesifik agar tradisi positif ini tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan metabolisme tubuh. Fokus utama adalah bagaimana mengelola porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya perencanaan asupan sebelum acara nobar dimulai untuk mengendalikan rasa lapar. "Momen kebersamaan saat menyaksikan pertandingan sepak bola melalui acara nonton bareng (nobar) telah menjadi tradisi yang sangat melekat bagi para penggemar olahraga di Indonesia," ungkap seorang pakar.
Pakar tersebut juga menyoroti bahwa kesenangan ini sayangnya seringkali dibayangi oleh konsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat selama pertandingan berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya kontras antara tujuan bersenang-senang dan dampak negatif jangka pendek terhadap pola makan.
Lebih lanjut, mengenai durasi kegiatan, "Aktivitas nobar yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini rentan memicu konsumsi camilan dan makanan cepat saji yang padat akan kalori secara berlebihan," ujar narasumber tersebut. Implikasinya adalah penambahan kalori yang tidak terduga.
Dampak jangka panjang dari kebiasaan ini juga perlu diwaspadai, sebab, "Tanpa disadari, akumulasi asupan energi ekstra dari kebiasaan ini dapat memberikan dampak signifikan pada berat badan penonton," tegasnya mengakhiri sesi penjelasan mengenai risiko nobar yang tidak terkontrol.
