POLAJABAR.COM - Permukaan Waduk Jangari di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, beberapa hari sebelumnya diselimuti hamparan eceng gondok tebal beserta sampah yang mengganggu pemandangan dan aktivitas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena mengancam fungsi utama waduk tersebut.
Gangguan paling terasa adalah kesulitan yang dialami oleh perahu wisata yang hendak melintas di permukaan air waduk. Selain itu, aktivitas budidaya ikan yang menjadi mata pencaharian warga setempat juga terhambat secara signifikan.
Akibat penumpukan gulma dan sampah tersebut, wajah Waduk Jangari, yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Cianjur, sempat terlihat kusam dan tidak terawat. Hal ini jauh dari citra positif yang selama ini melekat pada waduk tersebut.
Namun, pemandangan tersebut kini telah berubah drastis berkat adanya aksi bersih-bersih yang masif dan kolaboratif. Pada hari Selasa, 23 Juni 2026, upaya pembersihan berhasil menyingkirkan puluhan ton material yang menutupi perairan.
Aksi pembersihan ini melibatkan partisipasi ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan instansi penting. Pihak yang terlibat antara lain Polres Cianjur, Pemerintah Kabupaten Cianjur, relawan Palang Merah Indonesia (PMI), serta komunitas lingkungan.
Kerja sama ini diperkuat dengan kehadiran Pandawara Group, yang turut andil dalam upaya pemulihan kondisi ekosistem perairan waduk tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Proses pembersihan dimulai sejak pagi hari, di mana perahu-perahu dikerahkan untuk mendorong dan mengumpulkan hamparan eceng gondok ke arah tepi waduk. Langkah awal ini sangat krusial untuk memecah kepadatan gulma.
Setelah material tersebut berhasil dikumpulkan di tepian, ratusan peserta aksi kemudian turun langsung untuk mengangkat gulma liar dan sampah tersebut. Proses pengangkatan dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan alat seadanya bahkan dengan tangan kosong.
Dilansir dari artikel aslinya, kondisi ini menunjukkan bahwa "puluhan ton eceng gondok dan sampah yang sebelumnya menguasai perairan waduk berhasil diangkut dalam aksi bersih-bersih kolaboratif yang melibatkan ratusan orang."