POLAJABAR.COM - Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk membenahi infrastruktur di wilayah selatan. Langkah ini diambil guna mengatasi ketimpangan aksesibilitas dan memperbaiki fasilitas publik yang rusak berat di kawasan tersebut.
Fokus utama dari alokasi anggaran yang cukup besar ini adalah pembangunan kembali sebuah jembatan gantung yang sempat viral di media sosial. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Cikadu.
Jembatan gantung tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan aksi nekat satu unit mobil yang mengangkut delapan penumpang melintasi jembatan sempit itu. Padahal, infrastruktur permanen yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut telah ambruk akibat diterjang bencana banjir bandang.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini bahkan sempat memicu reaksi keras dari tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kejadian tersebut menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah mengenai urgensi perbaikan fasilitas transportasi di wilayah pelosok demi keselamatan warga.
Dikutip dari detikcom, perbaikan infrastruktur ini melibatkan koordinasi lintas sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan tepat sasaran.
"Proses penanganan untuk jembatan tersebut kini sedang berjalan di bawah wewenang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) berdasarkan usulan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Riardian pada hari Rabu (15/7/2026). Langkah koordinasi ini dinilai sangat penting agar penanggulangan pascabencana dapat terintegrasi dengan baik.
Tantangan geografis di wilayah Cianjur Selatan memang kerap menjadi kendala utama dalam pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan. Curah hujan yang tinggi serta kerawanan bencana longsor menuntut perencanaan konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama di masa depan.
Perbaikan akses penghubung Cibinong-Cikadu ini diharapkan tidak hanya memulihkan mobilitas warga, tetapi juga mendongkrak roda perekonomian lokal. Dengan infrastruktur yang mantap, risiko kecelakaan akibat jalur alternatif yang tidak layak dapat diminimalisasi secara signifikan.
