POLAJABAR.COM - Penemuan dokumen bersejarah mengonfirmasi peristiwa langka di mana catatan sains modern menemukan kasus kematian manusia akibat hantaman meteorit. Peristiwa alam yang pernah melanda wilayah Timur Tengah tersebut diketahui terjadi pada 22 Agustus 1888 silam.
Penemuan bukti historis yang sangat berharga tersebut berhasil diungkap oleh tim peneliti internasional pada tahun 2020 lalu. Bukti sahih mengenai insiden mematikan ini tersimpan rapi dalam arsip berbahasa Utsmaniyah (Ottoman) kuno.
Berkas penting yang terdiri dari tiga pucuk surat kuno tersebut hingga kini disimpan secara resmi oleh otoritas arsip di Ankara. Dikutip dari dokumen Direktorat Jenderal Arsip Negara Kepresidenan Republik Turki, catatan tersebut merinci fenomena alam yang merenggut nyawa warga.
Dalam berkas historis tersebut, para pejabat era Utsmaniyah mendeskripsikan detik-detik sebelum terjadinya benturan benda langit di pemukiman warga. "Pada 22 Agustus, sebuah cahaya terang yang diikuti asap melintas menuju sebuah desa bernama Dilaver di sisi timur Sulaymaniah," tulis dokumen resmi arsip Utsmaniyah tersebut.
Peristiwa jatuhnya benda angkasa ini berlokasi di Sulaymaniah, sebuah daerah yang saat ini menjadi bagian dari wilayah otonomi Kurdistan di Irak. Wilayah permukiman yang berada di sekitar lokasi kejadian turut merasakan guncangan dan dampak dari jatuhnya benda langit tersebut.
Selain Desa Dilaver, penduduk dari kawasan permukiman terdekat juga turut menyaksikan fenomena melintasnya objek asing di angkasa tersebut. Desa Horilmar yang letaknya berdekatan menjadi salah satu wilayah yang mengonfirmasi penampakan cahaya dan asap tebal tersebut.
Secara analitis, temuan dokumen dari abad ke-19 ini memberikan bukti ilmiah penting mengenai bahaya nyata dari ancaman benda angkasa luar. Para astronom dan sejarawan menilai informasi ini sangat krusial dalam melengkapi peta risiko fenomena meteorit di bumi.
Penemuan ini sekaligus menjadi bukti sah secara administratif yang diakui oleh peneliti sebagai satu-satunya catatan resmi korban jiwa akibat meteorit. Keberadaan arsip ini memperkaya literatur sejarah sains global mengenai fenomena jatuhnya material luar angkasa ke bumi.
