POLAJABAR.COM - Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, menjadi saksi bergemuruhnya perhelatan bergengsi Indonesia Derby 2026 pada Minggu (26/7/2026). Ajang balap kuda tingkat nasional ini menghadirkan perpaduan unik antara aksi olahraga adu cepat dan keindahan alam pesisir pantai.
Sebanyak 158 kuda pacu bersaing ketat memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp 1 miliar dalam kompetisi tahunan ini. Dikutip dari antaranews, ajang ini berhasil menarik perhatian ribuan pasang mata yang memadati area sekitar lintasan balap sejak pagi hari.
Suasana pertandingan berlangsung sangat semarak dengan riuhnya deru ombak Pantai Legokjawa yang berpadu dengan derap langkah kaki kuda. Para joki memacu kuda mereka dengan kecepatan tinggi di lintasan ikonik yang berdampingan langsung dengan garis pantai.
Kehadiran kejuaraan ini dinilai menjadi solusi praktis dalam menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar. Peningkatan kunjungan wisatawan memberikan dampak positif secara langsung bagi para pedagang kecil dan penyedia jasa lokal di kawasan Pangandaran.
Antusiasme masyarakat terhadap gelaran ini dirasakan langsung oleh warga lokal, salah satunya adalah Rizky Fazri Gunawan (40). "Kehadiran ajang sebesar ini menjadi momen nostalgia yang mengingatkan masa kecil saya saat sering diajak sang ayah menonton ke lintasan yang sama," ujar Rizky Fazri Gunawan.
Rizky menambahkan bahwa kejuaraan tingkat nasional seperti Indonesia Derby ini menjadi penantian berharga yang memberikan daya tarik tersendiri bagi warga. "Ajang bergengsi seperti ini adalah peristiwa langka yang hanya hadir setahun sekali, berbeda jauh dari kompetisi lokal skala kecil yang biasanya sepi pengunjung," kata Rizky Fazri Gunawan.
Bagi masyarakat yang berminat menonton gelaran serupa di masa mendatang, terdapat beberapa tips praktis yang perlu diperhatikan saat berkunjung. Pengunjung disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan posisi menonton terbaik serta menyiapkan pelindung diri dari debu lintasan dan sengatan matahari pesisir.
Penyelenggaraan acara olahraga berbasis wisata ini membuktikan bahwa pemanfaatan potensi alam daerah dapat menjadi solusi efektif untuk memajukan perekonomian warga. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola olahraga diharapkan terus terjalin guna menjaga keberlanjutan tradisi lokal ini.
