POLAJABAR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tengah serius mematangkan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah di wilayahnya. Langkah konkret terbaru adalah rencana penerimaan dukungan berupa ratusan unit alat pengolah sampah.

Alat-alat pengolahan sampah tersebut akan datang dari dua sumber utama, yaitu hibah resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan bantuan teknis dari Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi mengumumkan detail mengenai sumber dan jumlah bantuan yang akan segera diterima oleh Pemerintah Kota. Rencana ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengatasi tantangan pengelolaan limbah kota.

Bantuan hibah yang disiapkan oleh Pemprov Jabar dipastikan akan berjumlah 151 unit mesin pengolah sampah. Mesin-mesin ini diharapkan dapat segera diimplementasikan di berbagai lokasi prioritas di Kota Bandung.

"Jadi ada beberapa bantuan yang sedang kita upayakan. Pertama, bantuan dari provinsi, yaitu 151 mesin RDF," ujar Wali Kota Farhan pada hari Selasa, 23 Juni 2026.

Selain dukungan dari pemerintah provinsi, Pemkot Bandung juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Mabes TNI AD untuk mendukung sistem pengolahan sampah di tingkat akar rumput.

Dukungan dari TNI AD ini diusulkan untuk menyasar sekitar 50 titik berbeda di seluruh wilayah Kota Bandung, menunjukkan kolaborasi lintas sektoral dalam penanganan masalah lingkungan.

"Kemudian bantuan dari Mabes TNI AD. Kami mengusulkan 50 titik pengolahan sampah," tambah Wali Kota Farhan saat memberikan keterangan resminya.

Strategi ganda ini mengindikasikan bahwa Pemkot Bandung berupaya mengadopsi solusi teknologi tepat guna yang didukung oleh dukungan kelembagaan kuat dari tingkat provinsi maupun institusi pertahanan negara.