POLAJABAR.COM - Mantan bek legendaris Timnas Spanyol, Joan Capdevila, terpaksa gigit jari karena tidak bisa menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 secara langsung di Amerika Serikat. Kegagalan ini terjadi setelah permohonan izin perjalanan elektronik (ESTA) miliknya ditolak oleh pihak imigrasi setempat.
Kejadian tidak menyenangkan ini dialami Capdevila menjelang laga krusial antara Spanyol melawan Argentina. Pertandingan final tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
"Saya terpaksa mengubur impian untuk mendukung langsung rekan-rekan di Amerika Serikat karena dokumen perjalanan ESTA saya tidak disetujui oleh otoritas imigrasi," kata Joan Capdevila saat menjelaskan situasi yang dialaminya.
Padahal, sosok yang ikut membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 ini sudah merencanakan agenda khusus di Negeri Paman Sam. Selain menonton pertandingan, ia berniat menghadiri acara reuni bersama para mantan rekan setimnya di skuad La Roja.
Dikutip dari pemberitaan media olahraga internasional, kasus penolakan ESTA seperti yang dialami Capdevila sebenarnya kerap terjadi karena berbagai faktor administratif. Oleh karena itu, penting bagi para pelancong untuk memahami prosedur pengajuan dokumen ini dengan benar agar terhindar dari masalah serupa.
Sebagai langkah antisipasi pertama, pengajuan ESTA sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan, minimal 72 jam sebelum penerbangan. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi otoritas terkait untuk memproses data dan memberikan keputusan.
Selain masalah waktu, ketelitian dalam mengisi formulir aplikasi online juga menjadi kunci utama keberhasilan mendapatkan izin masuk. Kesalahan kecil dalam penulisan nama, nomor paspor, atau riwayat perjalanan sebelumnya dapat memicu penolakan otomatis dari sistem imigrasi Amerika Serikat.
Jika permohonan ESTA ditolak seperti yang dialami oleh legenda Spanyol tersebut, solusi alternatifnya adalah mengajukan visa non-imigran reguler (Visa B1/B2) melalui Kedutaan Besar AS. Meskipun proses wawancara visa reguler membutuhkan waktu lebih lama, langkah ini menjadi satu-satunya jalan keluar legal yang tersisa.
