POLAJABAR.COM - Penampilan fisik yang tampak sehat dan bugar ternyata tidak selalu menjadi jaminan seseorang terbebas dari ancaman penyakit berat. Serangan stroke dan penyakit jantung kerap kali datang secara mendadak tanpa memberikan tanda-tanda awal yang mencolok.

Fenomena medis ini dapat menimpa siapa saja, termasuk mereka yang memiliki gaya hidup aktif dan rutin berolahraga secara teratur. Bahkan, individu yang tidak memiliki riwayat keluhan kesehatan pun tetap memilki potensi mengalami serangan kardiovaskular tersebut.

Kisah nyata mengenai kondisi ini dialami oleh Alison Reidy, seorang wanita yang bermukim di kota Darwin, Australia. Di lingkungan tempat tinggalnya, Alison dikenal luas sebagai pribadi yang sangat aktif dan selalu menjaga kondisi fisiknya.

Pada bulan Februari 2022 lalu, Alison bahkan baru saja mencatatkan rekor waktu lari pribadi terbaiknya dalam ajang Parkrun. Namun, tidak lama setelah pencapaian olahraga tersebut, peristiwa kesehatan yang tidak terduga menimpa dirinya.

Sebelum serangan utama melanda, tubuh Alison sebenarnya sempat memberikan beberapa sinyal peringatan berupa gangguan kesehatan yang tergolong ringan. Dikutip dari Stroke Foundation, wanita tersebut sempat mengeluhkan beberapa ketidaknyamanan pada fisiknya.

"Gejala awal yang dirasakan meliputi sakit kepala yang berlangsung secara berkepanjangan, kondisi tubuh yang amat lelah, serta rasa pusing," kata pihak Stroke Foundation.

Menyadari ada hal yang tidak biasa pada kondisi tubuhnya, Alison lantas berinisiatif mendatangi fasilitas medis terdekat. Ia memutuskan untuk memeriksakan kesehatan fisiknya secara langsung kepada seorang dokter umum.

Namun, peristiwa tak terduga justru terjadi saat ia berada di dalam ruang tunggu klinik medis tersebut. Ketika sedang menunggu antrean giliran pemeriksaan dokter, kondisi kesehatan Alison mendadak merosot dengan sangat drastis.

"Secara mendadak, pasien mengalami kehilangan keseimbangan tubuh serta hilangnya kemampuan penglihatan pada mata sebelah kiri," ujar pihak Stroke Foundation.