POLAJABAR.COM - Tingkat keamanan ruang publik di Singapura kembali menjadi perhatian internasional setelah sebuah fenomena unik dilakukan oleh tiga orang wisatawan perempuan. Ketiga sahabat tersebut memutuskan untuk berjalan kaki pada dini hari dari kawasan Tanah Merah menuju Bandara Internasional Changi.

Perjalanan fisik yang melintasi area terbuka tersebut memakan waktu hingga dua jam lamanya. Padahal, jika mereka menggunakan moda transportasi mobil, perjalanan tersebut sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 16 menit.

Aksi yang tergolong impulsif ini mendadak menjadi perhatian warganet setelah diunggah ke platform media sosial TikTok oleh salah satu pelaku bernama Angie. Dikutip dari AsiaOne, unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi jalanan Singapura yang tetap aman dan kondusif meski dilintasi pejalan kaki pada larut malam.

"Aksi nekat berjalan kaki ini merupakan puncak dari aktivitas pengangguran yang kami lakukan," ujar Angie melalui keterangan dalam unggahan videonya.

Video dokumentasi perjalanan malam hari itu diunggah pada Jumat (24/7/2026) dan langsung memicu respons luas dari publik. Dalam rentang waktu hanya satu hari, tayangan tersebut telah disaksikan lebih dari 180.000 kali oleh para pengguna media sosial.

Fenomena ini memberikan gambaran analitis mengenai efektivitas tata kota dan sistem keamanan di Singapura. Penerangan jalan yang memadai serta rendahnya tingkat kriminalitas malam hari menjadi faktor utama yang membuat warga maupun wisatawan merasa aman beraktivitas.

Respons positif warganet juga menunjukkan bahwa reputasi Singapura sebagai destinasi yang aman bukan sekadar persepsi, melainkan realitas yang dirasakan langsung. Pengalaman tiga wisatawan ini semakin mengukuhkan citra negara tersebut sebagai salah satu kawasan teraman di dunia bagi pejalan kaki.

Meskipun aksi berjalan kaki antarwilayah pada dini hari terkesan tidak biasa, kejadian ini mempertegas pentingnya fasilitas publik yang ramah pejalan kaki. Infrastruktur yang terintegrasi dengan baik terbukti mampu memberikan rasa aman secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.