POLAJABAR.COM - Kebakaran lahan dan pemukiman melanda kawasan Kasepuhan Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) siang tersebut memicu dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar. Dikutip dari berita daerah setempat, musibah ini menghanguskan area pemukiman warga secara signifikan.
Kobaran api meratakan area seluas kurang lebih 3 hektare dalam waktu yang relatif singkat. Selain merusak vegetasi di sekitarnya, si jago merah juga menghanguskan puluhan bangunan milik warga di wilayah adat tersebut.
Dampak dari musibah kebakaran ini tidak berhenti pada kerugian material dan kerusakan bangunan semata. Hingga Sabtu malam, sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan serius akibat terpapar material sisa pembakaran.
Hembusan asap pekat yang membubung tinggi menyebabkan penurunan kualitas udara di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut memicu belasan warga mendadak terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta keluhan sesak napas.
Selain masalah saluran pernapasan, beberapa warga juga mengalami kondisi fisik lemas akibat terlalu banyak menghirup asap. Peristiwa kebakaran yang berlangsung cepat ini sekaligus menimbulkan rasa syok mendalam bagi warga lokal.
Menanggapi situasi darurat tersebut, tim kesehatan bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis di tempat. Petugas medis dari Puskesmas Cisolok langsung dikerahkan guna membantu proses pemulihan para korban.
"Petugas medis dari Puskesmas Cisolok hingga kini terus berupaya memberikan penanganan kesehatan secara maraton kepada seluruh masyarakat yang terdampak musibah," kata Okih Pazri Assidiq.
Langkah pendampingan medis dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat adat Ciptamulya masih terus berlangsung. Pemerintah setempat berharap penanganan yang cepat dapat mencegah terjadinya perburukan kondisi kesehatan pada para korban.
