POLAJABAR.COM - Dampak kebakaran yang melanda permukiman warga adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka serta trauma mendalam bagi para korban. Musibah ini menghanguskan sejumlah bangunan dan memaksa warga menyelamatkan diri secara mandiri di tengah kepanikan.
Insiden kebakaran tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (25/7/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Dikutip dari pemberitaan setempat, lokasi bencana berada di wilayah Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Salah satu warga yang terdampak langsung oleh peristiwa ini adalah Nenek Uwar, lansia berusia 67 tahun. Ia terpaksa melakukan aksi nekat demi melepaskan diri dari kepungan kobaran api yang dengan cepat merambat ke permukiman.
Nenek Uwar memilih melompat dari rumah panggung tempat tinggalnya begitu menyadari bahaya besar mengancam keselamatan jiwanya. Keputusan singkat tersebut diambil di tengah situasi mencekam saat api mulai melahap bangunan sekitar.
Sebelum kejadian melompat tersebut, kondisi di dalam rumah awalnya berlangsung normal tanpa ada tanda-tanda mencurigakan. Nenek Uwar saat itu sedang berada di dalam rumah panggung miliknya mendampingi sang anak.
"Kepulan asap tebal dan kobaran api tiba-tiba muncul serta membesar dari area WC umum yang berada tak jauh dari kediaman kami," ujar Nenek Uwar.
Kemunculan titik api dari area fasilitas umum tersebut langsung memicu kepanikan massal di tengah pemukiman warga Kasepuhan Ciptamulya. Kobaran api yang kian membesar dengan cepat menyebar dan mengancam rumah-rumah panggung milik warga setempat.
Hingga saat ini, rasa trauma berat masih menyelimuti benak Nenek Uwar atas musibah yang menimpa tempat tinggal dan lingkungannya. Proses pemulihan kondisi psikologis para korban terdampak kebakaran di Desa Sirnaresmi kini menjadi perhatian mendesak.
