POLAJABAR.COM - Fenomena unik terjadi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, saat memasuki musim kemarau tahun ini. Sedikitnya terdapat tiga wilayah pemukiman warga yang sebelumnya tenggelam kini mulai terlihat kembali ke permukaan.
Kemunculan kembali area pemukiman tersebut disebabkan oleh penurunan volume air yang cukup signifikan. Penyusutan debit air ini terjadi di kawasan penampungan air Bendungan Karian seiring bertahannya musim kering di wilayah tersebut.
Pemandangan daratan dan sisa-sisa struktur kampung tersebut menampilkan kembali wajah lama kawasan setempat sebelum digenangi air. Wilayah ini sebelumnya telah secara bertahap ditinggalkan oleh para penduduk lokal untuk dialihfungsikan menjadi area waduk.
Berdasarkan informasi resmi, infrastruktur penampung air ini memegang peranan yang amat vital bagi kawasan regional di sekitarnya. Dikutip dari Kementerian Pekerjaan Umum, infrastruktur megah ini masuk dalam daftar proyek prioritas skala nasional.
"Bendungan Karian merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dengan daya tampung air mencapai 314,7 juta m3," kata pihak Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan waduk raksasa ini pada dasarnya dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat luas. Kehadiran proyek perairan ini difungsikan untuk mendukung ketahanan air di beberapa wilayah administratif di sekitarnya.
Pemanfaatan pasokan air dari waduk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun industri di wilayah Banten. Area cakupan utamanya meliputi Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Kota Tangerang Selatan.
Tidak hanya menyasar wilayah Provinsi Banten, manfaat dari penampungan air raksasa ini juga menjangkau wilayah tetangga. Distribusi air bersih dari Bendungan Karian ditargetkan dapat menyuplai kebutuhan vital hingga ke wilayah Provinsi DKI Jakarta.
