POLAJABAR.COM - Langkah pemulihan pascabencana kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi kini memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mematangkan skema rekonstruksi kawasan tersebut.
Upaya penanganan penanggulangan ini dilakukan menyusul insiden kebakaran hebat yang menghancurkan kawasan pemukiman warga adat. Dikutip dari rilis pers resmi, musibah tersebut telah melalap sekitar 120 unit bangunan di area tatanan adat tersebut.
Sebagai langkah awal proses pemulihan, pihak pemerintah daerah saat ini fokus melakukan pendataan ulang secara menyeluruh di lapangan. Pendataan ini dilakukan guna memastikan seluruh bangunan terdampak dapat masuk dalam skema penanganan dan pembangunan kembali.
Kebakaran besar tersebut diketahui tidak hanya meluluhlantakkan deretan rumah tinggal milik warga setempat. Bencana ini memberikan dampak yang cukup mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat Kasepuhan Ciptamulya.
Selain bangunan hunian, sejumlah fasilitas vital penunjang aktivitas ritual dan kehidupan sehari-hari masyarakat adat turut hangus terbakar. Oleh karena itu, pemulihan sarana publik dan infrastruktur adat menjadi prioritas dalam rencana penataan ulang ini.
"Pendataan ulang dilakukan agar seluruh hak warga terdampak dan fasilitas adat yang rusak terakomodasi secara tepat dalam skema rekonstruksi," kata perwakilan tim pemulihan daerah dalam keterangannya.
Kolaborasi antarpemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari segi fisik bangunan maupun stabilitas ekonomi warga. Pemerintah berkomitmen untuk mengembalikan fungsi Kampung Adat Ciptamulya seperti sedia kala.
Saat ini, koordinasi lintas sektor terus berjalan intensif guna menyusun tahapan teknis pelaksanaan rekonstruksi di lapangan. Para warga terdampak juga terus menerima pemantauan serta dukungan penanganan darurat dari pihak berwenang.
