POLAJABAR.COM - Suasana pagi buta di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, berubah menjadi keramaian yang tidak biasa pada hari pendaftaran sekolah. Ratusan orang tua murid terlihat sudah berkumpul padat, duduk lesehan di sepanjang trotoar depan gerbang besi yang masih tertutup rapat.
Fenomena ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi. Para orang tua didorong oleh kecemasan mendalam agar anak mereka dapat diterima di sekolah dasar favorit tersebut.
Aksi memadati area luar sekolah ini telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Mereka berupaya memastikan nama anak terdaftar sebelum kuota harian habis terisi oleh calon siswa lainnya.
Antrean panjang tersebut mayoritas didominasi oleh kaum ibu, yang tampak mengular hingga ke area sekitar sekolah. Kondisi ini terjadi karena pihak panitia menetapkan batasan jumlah pendaftar yang bisa dilayani setiap harinya.
Pemandangan menarik juga tersaji di tengah kerumunan calon wali murid tersebut. Mereka tampak membawa berbagai perlengkapan seolah sedang berkemah, termasuk helm dan botol minum yang ikut serta dalam barisan antrean panjang itu.
"Suasana subuh yang masih buta dan dingin di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak riuh tidak seperti biasanya," menggambarkan suasana pagi yang penuh ketegangan dan harapan di lokasi tersebut.
"Ratusan orang tua murid tampak sudah berjejal, duduk lesehan di sepanjang trotoar depan pintu gerbang besi yang masih terkunci rapat," demikian digambarkan situasi fisik di depan gerbang sekolah, dikutip dari sumber berita.
"Mereka didera rasa cemas anaknya tidak masuk ke sekolah dasar (SD) favorit," menjelaskan motivasi utama di balik kesigapan para orang tua yang rela datang sebelum fajar menyingsing, dikutip dari sumber berita.
"Alhasil, sejak pukul 04.00 WIB, mereka sudah memadati area luar Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi, demi mendaftarkan buah hati mereka," menegaskan waktu dimulainya aksi antrean tersebut demi mengamankan tempat, dikutip dari sumber berita.