POLAJABAR.COM - Inggris saat ini tengah bersiap menghadapi dampak serius dari gelombang panas ekstrem yang diprediksi akan mencapai rekor suhu tertinggi untuk periode bulan Juni. Fenomena cuaca ekstrem ini telah mulai menimbulkan gangguan signifikan pada berbagai sektor vital di negara tersebut.

Dampak langsung dari suhu tinggi ini terlihat dari keputusan penutupan ratusan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah. Selain itu, sektor transportasi juga terdampak, dengan adanya pembatasan operasional pada layanan kereta api untuk menjaga keselamatan publik.

Peringatan cuaca serius dikeluarkan oleh Kantor Meteorologi Inggris sebagai respons terhadap prakiraan suhu yang meningkat tajam. Peringatan ini dikategorikan sebagai peringatan panas ekstrem berstatus merah, menandakan potensi bahaya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Peringatan merah yang dikeluarkan otoritas cuaca tersebut berlaku untuk dua hari berturut-turut, yaitu pada hari Rabu tanggal 24 Juni dan Kamis tanggal 25 Juni. Status peringatan ini tergolong sangat jarang diterbitkan oleh lembaga tersebut, menunjukkan tingkat keparahan situasi cuaca yang dihadapi.

Prakiraan suhu menunjukkan bahwa temperatur di beberapa wilayah Inggris diperkirakan akan mencapai level 40 derajat Celsius. Angka ini merupakan rekor suhu yang belum pernah tercatat sebelumnya terjadi pada periode bulan Juni di Inggris.

Wilayah yang paling parah terdampak oleh lonjakan suhu ekstrem ini mencakup sebagian besar Inggris bagian tengah dan selatan. Area metropolitan besar seperti London dan Birmingham termasuk dalam zona yang diperkirakan mengalami suhu tertinggi.

Dilansir dari AFP, Rabu (24/6/2026), Kantor Meteorologi Inggris mengeluarkan peringatan panas ekstrem berstatus merah untuk Rabu (24/6) dan Kamis (25/6).

"Peringatan tersebut sangat jarang diterbitkan dan baru kedua kalinya dikeluarkan karena suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius, angka yang belum pernah terjadi pada periode ini," ujar perwakilan Kantor Meteorologi Inggris.

Peringatan ini secara spesifik mencakup wilayah mayoritas Inggris bagian tengah dan selatan, termasuk London dan Birmingham, dua kota terbesar di negara tersebut.