POLAJABAR.COM - Di tengah hiruk pikuk kota besar yang sering diwarnai keluhan mengenai kenaikan tarif listrik maupun pemadaman bergilir, tersimpan sebuah kisah inspiratif dari pelosok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang lansia bernama Abah Sarnuh telah membuktikan bahwa kemandirian energi dapat dicapai tanpa bergantung pada perusahaan listrik negara (PLN).

Sosok yang patut diacungi jempol ini adalah Abah Sarnuh, seorang pria tangguh yang telah berhasil melepaskan diri dari ketergantungan pada pasokan listrik PLN selama kurang lebih sembilan belas tahun lamanya. Keberhasilan ini ia raih melalui upaya mandiri yang luar biasa di kediamannya yang dijuluki 'Gudang Maung'.

Keunikan kisah Abah Sarnuh terletak pada metode yang digunakannya untuk menghasilkan listrik. Ia tidak mengandalkan teknologi modern dan mahal seperti panel surya fotovoltaik yang kini populer. Sebaliknya, ia memilih pendekatan yang lebih sederhana dan berbasis sumber daya lokal.

Abah Sarnuh secara mandiri merakit sebuah sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mikro yang sangat sederhana. Sistem ini menjadi sumber penerangan dan kebutuhan listrik dasarnya selama ini.

Komponen utama dari PLTA rakitan tersebut terdiri dari kincir air yang dibuat dari kayu serta memanfaatkan berbagai barang bekas yang ditemukan di sekitarnya. Kesederhanaan desain ini menunjukkan kecerdasan dan kreativitas tinggi dalam memanfaatkan potensi alam.

"Di saat masyarakat perkotaan kerap mengeluhkan kenaikan tarif listrik atau pemadaman bergilir, seorang lansia di pelosok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, justru santai menikmati pasokan listrik gratis," demikian gambaran situasi yang dialami oleh Abah Sarnuh.

Kisah perjuangan ini menyoroti bagaimana Abah Sarnuh, pria tangguh tersebut, berhasil membebaskan diri dari ketergantungan setrum PLN selama hampir dua dekade. Hal ini menjadi bukti nyata inovasi lokal yang berkelanjutan.

"Bukan menggunakan teknologi mahal seperti panel surya, Abah Sarnuh secara mandiri merakit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sederhana berbekal kincir kayu dan barang-barang bekas," ungkap suatu sumber mengenai metode yang digunakan Abah Sarnuh.

Kisah Abah Sarnuh ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kemandirian dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana di tengah tantangan energi modern. Perjuangan beliau layak menjadi inspirasi bagi banyak pihak.