POLAJABAR.COM - Perusahaan otomotif listrik ternama, Tesla, saat ini sedang menghadapi hambatan besar dalam mewujudkan rencana ambisiusnya untuk meluncurkan armada robotaxi.
Tesla memiliki target untuk mencapai jangkauan operasional bagi separuh populasi Amerika Serikat pada akhir tahun 2025, namun target ini mulai dipertanyakan.
Hal ini terungkap melalui perkembangan terbaru dalam sesi dengar pendapat keuangan perusahaan, di mana para petinggi Tesla memberikan pernyataan yang menunjukkan kehati-hatian mengenai jadwal peluncuran teknologi revolusioner ini.
Dalam sesi tersebut, "perusahaan sedang menghadapi beberapa tantangan dalam mewujudkan rencana robotaxi" ujar Elon Musk, CEO Tesla.
Tantangan ini sebagian besar disebabkan oleh regulasi dan operasional yang kompleks, sehingga perusahaan harus berhati-hati dalam memastikan keselamatan dan keamanan teknologi tersebut.
"Kami sedang bekerja keras untuk memastikan bahwa teknologi robotaxi kami memenuhi standar keselamatan dan keamanan yang tinggi" kata Elon Musk.
Dikutip dari INFOTREN.ID, perkembangan terkini ini menunjukkan bahwa Tesla masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan kesuksesan peluncuran robotaxi.
Namun, dengan kemajuan teknologi yang pesat, perusahaan tetap optimis bahwa mereka dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
"Kami yakin bahwa teknologi robotaxi akan menjadi salah satu inovasi terbesar dalam industri otomotif" kata Elon Musk.
