POLAJABAR.COM - Sebuah momen emosional baru-baru ini menyelimuti keluarga mendiang Mpok Alpa, tepat pada perayaan kenaikan kelas putranya, Alfatih. Alfatih, yang kini telah genap berusia sembilan tahun, memilih cara yang sangat personal untuk merayakan pencapaian akademisnya tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah Alfatih menyelesaikan proses pembagian rapor di sekolahnya. Alih-alih merayakan dengan kegembiraan biasa, muncul sebuah keinginan yang sangat menyentuh dari bocah tersebut.

Keinginan Alfatih adalah untuk mengunjungi tempat peristirahatan terakhir ibundanya, Mpok Alpa. Ia meminta sang ayah, Aji Darmaji, untuk menemaninya segera setelah ia menerima hasil belajarnya.

Hal ini didasari oleh kenangan manis yang masih melekat kuat dalam ingatan Alfatih. Ia mengingat betul bagaimana Mpok Alpa selalu mendampinginya saat pengambilan rapor di tahun-tahun sebelumnya.

Aji Darmaji menceritakan bahwa putranya masih sangat teringat akan momen kebersamaan tersebut. Hal ini menjadi motivasi utama di balik langkah Alfatih membawa rapor ke makam sang ibu.

"Putranya masih mengingat betul memori tahun lalu saat Mpok Alpa masih mendampinginya mengambil hasil belajar di sekolah," ujar Aji Darmaji.

Permintaan Alfatih tersebut menunjukkan betapa dalamnya rasa cinta dan kerinduan yang ia rasakan terhadap mendiang ibunya. Ia ingin memastikan Mpok Alpa mengetahui pencapaiannya.

Tindakan membawa rapor ke makam tersebut merupakan persembahan cinta tulus dari Alfatih, dengan harapan membuat mendiang ibunya merasa bahagia. Hal ini menjadi bukti nyata ikatan batin yang kuat antara anak dan ibu.

Dilansir dari sumber berita terkait, momen haru ini menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran orang tua dalam setiap pencapaian penting anak. Sang ayah pun berusaha memenuhi keinginan mulia putra kecilnya tersebut.