POLAJABAR.COM - Aktivitas Komunitas Domba Tubing di Sungai Ciliwung kini tengah menjadi sorotan publik, bukan semata karena menawarkan sensasi menyusuri sungai menggunakan ban pelampung. Gerakan ini sejatinya mengusung misi lingkungan yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Menjelaskan esensi kegiatan mereka, salah satu penggagas komunitas ini menekankan perbedaan mendasar antara misi mereka dengan wisata air konvensional. Hal ini diungkapkan dalam sebuah perbincangan eksklusif yang dilakukan pada Selasa (7/7/2026).
"Ini bukan wisata tubing, tapi edukasi mengajak siapapun untuk peduli Sungai Ciliwung. Wisata tubing itu bonusnya," kata Budi Sugiono, salah satu penggagas Komunitas Domba Tubing, memulai perbincangan dengan detikJabar, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut berfungsi sebagai klarifikasi penting, sebab banyak pihak yang selama ini keliru memahami Domba Tubing hanya sebagai destinasi rekreasi air semata. Padahal, di balik kesenangan menyusuri arus sungai, terdapat tanggung jawab ekologis yang besar.
Setiap hari, anggota komunitas ini secara konsisten mengerahkan tenaga untuk melakukan pekerjaan fisik yang cukup menantang. Aktivitas utama mereka adalah memunguti sampah yang terus menerus datang dari arah hulu sungai.
Upaya pembersihan ini dilakukan tanpa membebankan biaya kepada masyarakat atau pengunjung yang ingin terlibat dalam kegiatan positif tersebut. Komunitas ini beroperasi tanpa sistem komersialisasi yang baku.
Tidak ada loket resmi yang menjual tiket masuk, dan tidak ada tarif yang ditetapkan untuk menikmati pemandangan sungai yang perlahan menunjukkan perbaikan kualitas airnya. Ini adalah inisiatif murni berbasis kesadaran.
Satu-satunya imbalan atau kontribusi yang diharapkan dari setiap partisipan yang menikmati fasilitas sungai adalah kesediaan aktif untuk ikut serta memungut sampah yang ditemukan. Ini adalah bentuk partisipasi nyata dalam menjaga kelestarian Ciliwung.
Dikutip dari detikJabar, gerakan ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata bisa diintegrasikan dengan upaya konservasi lingkungan secara efektif dan tanpa paksaan finansial.

