POLAJABAR.COM - Situasi di kawasan kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, saat ini telah kembali kondusif setelah sempat digemparkan oleh insiden ledakan bom rakitan. Aktivitas masyarakat di area publik tersebut kini berlangsung seperti biasa tanpa adanya rasa cemas yang tersisa.
Peristiwa ledakan bom rakitan itu sendiri sebelumnya terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam lalu. Ledakan tersebut diketahui bersumber dari area lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sudut kawasan Olahraga Dadaha.
Berdasarkan hasil penelusuran, bom rakitan tersebut dirakit oleh seorang pria berinisial AAS. Pelaku diketahui merupakan seorang mantan narapidana terorisme (napiter) yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es teh di lokasi tersebut.
Memasuki pekan kedua pasca-kejadian, jejak dari peristiwa mengejutkan tersebut seolah telah sirna. Keramaian warga yang berolahraga maupun bertransaksi kembali mewarnai riuk pikuk suasana di lokasi kejadian.
Menurut pantauan langsung di lokasi pada Senin (27/7/2026) sore, aktivitas di sekitar titik ledakan telah berjalan sepenuhnya normal. Tidak terlihat lagi garis pembatas hukum yang memblokir area tempat berdagang warga.
Garis polisi yang sebelumnya terpasang mengitari area steril kini telah dilepas oleh petugas keamanan. Sudut trotoar yang menjadi titik pusat ledakan bom rakitan pun sudah kembali difungsikan sebagai tempat berjualan para pedagang kaki lima.
Dikutip dari informasi setempat, pemulihan suasana di kawasan Dadaha berlangsung dengan sangat cepat dan tertib. Langkah penanganan yang cekatan dari pihak berwenang turut membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan tenang dan nyaman.
Kini, area kompleks olahraga Dadaha tetap menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi warga Tasikmalaya. Para pedagang dapat mengais rezeki kembali tanpa bayang-bayang ketakutan atas insiden yang terjadi sebelumnya.
