POLAJABAR.COM - Berbagai dinamika menarik di wilayah Jawa Barat menjadi sorotan publik pada hari Rabu, 1 Juli 2026, salah satunya adalah isu yang memicu perhatian luas dari detikJabar.
Isu utama yang mencuat adalah kontroversi seputar lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.
Lagu tersebut kini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena liriknya dinilai mengandung unsur yang merendahkan martabat perempuan dan menunjukkan bias gender yang jelas.
Kontroversi ini berpusat pada bagaimana lagu tersebut membandingkan pengalaman hidup antara laki-laki dan perempuan melalui diksi yang dianggap tidak sensitif terhadap isu-isu perempuan.
Secara spesifik, lirik lagu tersebut menyinggung isu-isu biologis yang melekat pada perempuan, seperti pembahasan mengenai keguguran dan menstruasi.
Perbandingan yang disajikan dalam lagu itu dianggap meremehkan dan menggunakan atribut perempuan sebagai bahan candaan yang kurang memiliki kepekaan sosial dan gender.
Dikutip dari detikJabar, lagu yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menuai kontroversi karena liriknya dinilai merendahkan perempuan dan bias gender.
"Lagu berbahasa Sunda berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menuai kontroversi karena liriknya dinilai merendahkan perempuan dan bias gender," demikian inti pemberitaan mengenai perkembangan isu tersebut.
Perbandingan yang dilakukan dalam komposisi musik tersebut juga dikritik karena menyentuh isu biologis spesifik perempuan, seperti keguguran dan menstruasi, yang dianggap tidak pantas dijadikan candaan.