POLAJABAR.COM - Kabar menghilangnya Nadira Az Zahra (21), mahasiswi yang menempuh pendidikan di Telkom University, telah memasuki hari keempat pencarian intensif. Mahasiswi asal Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, ini terakhir diketahui keberadaannya pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Keluarga terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan Nadira, melibatkan berbagai pihak dalam proses pencarian tersebut. Hingga hari keempat, status Nadira masih belum diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga dan tim pencari.

Pihak keluarga merasa perlu memberikan klarifikasi resmi terkait informasi simpang siur yang beredar di masyarakat dan media massa. Hal ini dilakukan untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat mengenai perkembangan kasus ini.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh paman korban, Budhi Purwana, yang menjadi juru bicara keluarga dalam situasi sulit ini. Budhi menegaskan bahwa pencarian masih menjadi prioritas utama saat ini.

"Informasi ini perlu kami sampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang berkembang melalui sejumlah media yamg menyebutkan bahwa Nadira telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung," kata Budhi Purwana dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Budhi menjelaskan bahwa kabar mengenai penemuan di Majalaya, Kabupaten Bandung, tersebut adalah tidak benar dan merupakan hasil dari kesalahpahaman dalam komunikasi antar tim pencari. Hal ini menimbulkan harapan palsu di tengah masyarakat yang ikut membantu memantau perkembangan.

"Kami menduga terjadi miskomunikasi pada sejumlah pihak yang turut membantu pencarian Nadira sehingga informasinya menjadi keliru," ujar Budhi Purwana.

Keluarga berharap dengan adanya pelurusan ini, semua pihak dapat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi terkait hilangnya Nadira Az Zahra. Proses pencarian dikabarkan akan terus ditingkatkan hingga mahasiswi tersebut ditemukan dalam keadaan selamat.

Dilansir dari sumber berita yang memuat keterangan resmi keluarga, upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan Nadira segera kembali berkumpul bersama keluarganya di Bandung.