POLAJABAR.COM - Kepastian mengenai masa depan salah satu pemain telah terjawab pada awal pekan ini. Striker Andrew Jung dipastikan tidak lagi melanjutkan kerja samanya dengan klub raksasa Jawa Barat, Persib Bandung.

Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh pihak manajemen Persib Bandung melalui kanal media sosial resmi mereka pada hari Senin (6/7/2026) sore waktu setempat. Pengumuman ini mengakhiri spekulasi yang sempat beredar di kalangan penggemar sepak bola nasional.

Informasi mengenai berakhirnya masa bakti Andrew Jung disampaikan langsung oleh akun resmi klub yang menjadi representasi resmi Persib. Hal ini menandakan bahwa proses transfer atau pemutusan kontrak telah mencapai titik akhir yang disepakati kedua belah pihak.

Pernyataan klub mengenai perpisahan ini disampaikan dengan nada yang menunjukkan penghormatan terhadap waktu kebersamaan yang telah terjalin. Mereka secara eksplisit mengonfirmasi bahwa hubungan profesional antara pemain dan tim telah berakhir.

"Kebersamaan #PERSIB dengan Andrew Jung harus berakhir," tulis Persib dalam keterangan unggahan resmi mereka pada hari itu. Kutipan ini menjadi penanda resmi berakhirnya era Andrew Jung di kubu Maung Bandung.

Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Senin, tanggal 6 Juli tahun 2026, sekitar waktu petang. Tanggal ini akan dicatat sebagai momen penting dalam lembaran sejarah transfer klub yang bersangkutan.

Dikutip dari unggahan resmi Persib, narasi yang digunakan menekankan pada akhir dari sebuah periode kolaborasi antara striker tersebut dan tim kebanggaan Bobotoh. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk berpisah jalan.

Sejak pengumuman tersebut dirilis, para penggemar mulai memberikan respons beragam terkait hengkangnya penyerang tersebut dari skuad utama Persib Bandung. Informasi ini secara resmi menutup lembaran karier Andrew Jung di klub tersebut.

Pihak klub memilih media sosial sebagai saluran utama untuk menginformasikan keputusan penting ini kepada publik dan para pendukung setia mereka. Langkah ini menunjukkan transparansi dalam komunikasi manajemen kepada para pemangku kepentingan.