POLAJABAR.COM - Harapan besar terus mengiringi setiap perkembangan dalam upaya menemukan Nadira Az-Zahra (20), mahasiswi yang menempuh pendidikan di Telkom University (Tel-U). Proses pencarian ini menyita perhatian publik mengingat statusnya sebagai mahasiswa aktif yang menghilang tanpa jejak.
Kasus ini menjadi sorotan karena sempat muncul perbedaan informasi mengenai keberadaan Nadira antara pihak kepolisian dan keluarga yang mendampingi proses pencarian. Perbedaan keterangan ini menambah kompleksitas dalam upaya pelacakan keberadaan mahasiswi tersebut.
Nadira Az-Zahra dilaporkan hilang sejak tanggal 30 Juni 2026, menandai dimulainya rentang waktu kekhawatiran bagi keluarga dan lingkungan kampusnya. Hingga saat ini, belum ditemukan petunjuk pasti mengenai lokasi terakhir atau alasan hilangnya mahasiswi tersebut.
Mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT), Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) angkatan 2025 ini, diketahui telah kehilangan kontak sejak meninggalkan kediamannya. Kondisi putus komunikasi inilah yang menjadi titik awal pelaporan orang hilang.
"Harapan agar Nadira Az-Zahra (20) segera ditemukan terus mengiringi setiap perkembangan pencarian mahasiswi Telkom University (Tel-U) yang dilaporkan hilang," demikian disampaikan salah satu pihak terkait perkembangan kasus ini.
Lebih lanjut, dalam proses pencarian tersebut, sempat muncul versi informasi yang berbeda mengenai keberadaan Nadira dari pihak kepolisian maupun keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam mengumpulkan data yang terverifikasi di awal kasus.
Dikutip dari sumber berita terkait, Nadira pertama kali dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026, yang menjadi penanda resmi dimulainya upaya pencarian intensif. Tanggal ini menjadi patokan waktu untuk menelusuri jejak komunikasi terakhir mahasiswi tersebut.
Fakta lain yang memperkeruh situasi adalah tidak adanya tanda-tanda jelas yang dapat dijadikan petunjuk awal untuk mencari keberadaannya. Mahasiswi tersebut putus komunikasi sejak meninggalkan rumah tanpa memberikan informasi tujuan atau rencana kepulangannya.
"Sebab mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT), Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) angkatan 2025 itu putus komunikasi sejak meninggalkan rumah," menurut keterangan yang diperoleh dari pihak yang mengetahui detail kronologi kejadian.
