POLAJABAR.COM - Perseteruan rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang lebih serius terkait hak asuh serta pola pengasuhan kedua putri mereka. Konflik ini telah meningkat hingga kedua belah pihak memutuskan untuk menempuh jalur formal dengan saling melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Permasalahan ini berpusat pada isu-isu sensitif mengenai kesejahteraan anak dan bagaimana kedua orang tua menjalankan peran pengasuhan pasca-perpisahan mereka. Kedua figur publik ini kini berada dalam sorotan publik seiring memanasnya dinamika perselisihan mereka di ranah perlindungan anak.
Menanggapi berbagai tudingan yang telah dilayangkan secara resmi oleh pihak Ruben Onsu, Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pembelaan. Pihaknya telah menyiapkan landasan kuat untuk menyanggah narasi yang selama ini berkembang.
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menegaskan bahwa mereka telah menyusun seluruh berkas bukti tandingan yang diperlukan. Bukti-bukti ini disiapkan untuk memberikan klarifikasi secara menyeluruh mengenai setiap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Sarwendah telah menyiapkan seluruh bukti tandingan untuk memberikan klarifikasi secara menyeluruh," ujar Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah.
Pihak Sarwendah secara tegas menyampaikan bahwa mereka tidak akan bersikap pasif atau diam saja atas laporan yang telah diajukan oleh mantan suaminya tersebut. Sikap ini menunjukkan keseriusan dalam menghadapi proses mediasi atau penelusuran yang dilakukan oleh KPAI.
Penegasan ini terutama ditujukan pada isu-isu krusial yang menyangkut reputasi dan tanggung jawabnya sebagai ibu. Isu tersebut mencakup dugaan eksploitasi anak dan juga tudingan mengenai pembatasan akses pertemuan antara Ruben Onsu dengan putri mereka, Thalia dan Thania.
Dilansir dari informasi yang beredar, fokus pembelaan Sarwendah akan berpusat pada pembuktian bahwa semua keputusan pengasuhan yang diambilnya telah sesuai dengan kepentingan terbaik kedua anak mereka. Mereka berupaya menyajikan fakta yang berimbang di hadapan lembaga perlindungan anak.
Proses di KPAI ini diharapkan menjadi forum resmi di mana kedua belah pihak dapat memaparkan argumen dan bukti masing-masing secara transparan. Hal ini bertujuan untuk mencari titik temu terbaik demi masa depan kedua putri mereka.