POLAJABAR.COM - Kasus penipuan berkedok asmara atau love scam sering kali membawa dampak finansial dan emosional yang sangat mendalam bagi korbannya. Salah satu kisah nyata yang menyita perhatian terjadi di Shenzhen, China, di mana seorang investor harus berjuang keras demi mendapatkan keadilan setelah dikhianati oleh orang terdekatnya.
Dilansir dari Wolipop, pria paruh baya bernama Li Ping (52) mengalami kerugian luar biasa setelah ditipu oleh mantan istrinya sendiri, Zhang Shudan. Peristiwa pilu ini mendorongnya untuk melakukan pencarian lintas negara yang memakan waktu hampir satu dekade demi menegakkan keadilan.
"Saya telah menghabiskan dana sekitar 13 juta yuan atau setara dengan Rp34,5 miliar selama sembilan tahun terakhir hanya untuk melacak keberadaan mantan istri saya yang melarikan diri ke Amerika Serikat," ujar Li Ping.
Kasus ini bermula ketika Zhang Shudan diduga melakukan penipuan besar-besaran terhadap aset milik Li Ping sebelum akhirnya melarikan diri ke luar negeri. Tidak hanya kehilangan materi dalam jumlah fantastis, korban juga harus menghadapi situasi rumit yang melibatkan dugaan percobaan pembunuhan dalam pusaran konflik tersebut.
Belajar dari tragedi yang menimpa investor asal Shenzhen ini, para ahli keuangan menyarankan pentingnya melakukan verifikasi latar belakang pasangan sebelum melakukan investasi bersama. Keterbukaan informasi mengenai rekam jejak finansial masing-masing pihak menjadi kunci utama untuk mencegah potensi penipuan di masa depan.
Langkah praktis berikutnya yang bisa diambil adalah membuat perjanjian pranikah atau pemisahan aset yang sah secara hukum. Perlindungan hukum yang jelas sejak awal pernikahan dapat meminimalisasi risiko penyalahgunaan dana sepihak jika terjadi keretakan dalam hubungan rumah tangga.
Apabila penipuan terlanjur terjadi, penanganan melalui jalur hukum resmi dan kolaborasi dengan otoritas internasional merupakan solusi terbaik dibanding melakukan pencarian mandiri yang berbiaya tinggi. Langkah hukum yang terstruktur akan membantu korban melacak aset yang dibawa kabur ke luar negeri secara lebih aman, legal, dan efisien.
