POLAJABAR.COM - Masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat kembali menyampaikan aspirasinya terkait isu pencemaran lingkungan lokal. Langkah tersebut diambil guna menyuarakan keresahan warga atas dampak operasional industri di sekitar pemukiman.
Aksi penyampaian pendapat ini melibatkan puluhan warga dari Kampung Pamucatan, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka berkumpul dan mendatangi salah satu fasilitas pabrik pengolahan batu kapur yang beroperasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan protes ini dilaksanakan secara langsung pada Sabtu (25/7/2026) pagi. Kedatangan massa ke lokasi industri berlangsung untuk meminta pertanggungjawaban terkait masalah lingkungan yang terjadi.
Aksi tersebut dipicu oleh tingginya paparan polusi debu yang dihasilkan dari aktivitas pengolahan batu kapur harian. Warga menilai bahwa material debu halus tersebut telah mengganggu kenyamanan serta berpotensi memicu masalah kesehatan lingkungan.
Sebelum mendatangi fasilitas pabrik tersebut, masyarakat sebetulnya telah merencanakan aksi ini secara matang. Langkah ini menjadi puncak dari serangkaian bentuk protes yang sebelumnya sudah disampaikan secara bertahap dalam beberapa pekan belakangan.
"Aksi ini merupakan tindak lanjut dari protes kami selama beberapa pekan terakhir yang belum mendapat respons dari pemilik pabrik," kata perwakilan warga Pamucatan. Mereka berharap pihak manajemen segera mengambil tindakan konkret atas penyebaran debu tersebut.
Hingga saat ini, keluhan yang disampaikan oleh masyarakat sekitar diketahui belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak manajemen maupun pemilik perusahaan. Belum ada dialog atau kepastian mengenai langkah penanganan dampak debu yang diharapkan oleh warga terdampak.
Dikutip dari media setempat, masyarakat berharap agar pemilik pabrik pengolahan batu kapur dapat segera membuka ruang komunikasi yang solutif. Penanganan dampak polusi udara ini menjadi perhatian utama demi menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan hidup bersama.
