POLA JABAR – Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terbaru mengenai hari libur nasional, hari Jumat, 3 April 2026, merupakan hari peringatan wafatnya Yesus Kristus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jumat Agung. Bagi umat Kristiani, hari tersebut menjadi salah satu momen paling sakral dalam kalender liturgi.

Jumat Agung menandai puncak dari pengorbanan Yesus yang diyakini sebagai penebusan dosa umat manusia. Hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci atau Trihari Suci yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Rangkaian Trihari Suci

Selama merayakan Pekan Suci, umat Kristiani mengenang misteri besar karya penebusan melalui tiga tahapan penting:

  • Kamis Putih: Perayaan Perjamuan Terakhir dan prosesi pembasuhan kaki para murid oleh Yesus.
  • Jumat Agung: Mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu salib. Berbeda dengan perayaan lain yang meriah, suasana ibadah pada hari ini biasanya lebih tenang, penuh refleksi, dan meditatif.
  • Sabtu Suci: Dikenal juga sebagai Malam Paskah, di mana umat menunggu kebangkitan Yesus sebagai simbol kemenangan melawan maut.

Tradisi dan Refleksi

Sebagai tanda pertobatan dan duka, umat Kristiani biasanya menjalankan ibadah puasa dan pantang pada hari Jumat Agung. Di gereja Katolik, sering dilakukan prosesi penghormatan salib untuk merenungkan kembali penderitaan yang dialami Yesus demi umat-Nya.

Seluruh rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Paskah, yang merupakan malam suci kebangkitan Tuhan. Peringatan ini tidak hanya sekadar hari libur, namun menjadi momen bagi umat untuk memperdalam iman dan melakukan refleksi diri atas nilai-nilai pengorbanan dan kasih.***