POLA JABAR – Pesta rakyat menyambut keberhasilan Persib Bandung merengkuh takhta tertinggi sepak bola nasional masih menyisakan cerita-cerita humanis yang menyentuh hati. Jalanan Kota Kembang yang membiru bukan hanya menjadi panggung bagi perayaan yang meriah, melainkan juga ruang di mana solidaritas, dedikasi, dan cinta tanpa batas dari para pendukungnya yang akrab disapa Bobotoh berbaur menjadi satu energi positif yang luar biasa.

Di antara lautan manusia yang memadati setiap sudut kota, terselip sebuah kisah perjuangan dan kebahagiaan yang sangat menginspirasi.

Euforia kemenangan Persib Bandung tidak hanya terasa di jalanan Kota Bandung, tetapi juga hidup dalam kisah-kesah penuh semangat para bobotoh. Salah satunya datang dari Bonita Hana, seorang bobotoh difabel yang tetap antusias mengikuti konvoi juara bersama keluarganya.

Bagi Bonita, keterbatasan fisik bukanlah sebuah penghalang untuk meluapkan rasa cinta yang mendalam kepada tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut. Aura kemenangan yang menyelimuti seantero kota seolah menjadi suplemen penambah semangat bagi dirinya dan keluarga untuk melebur bersama ribuan pendukung lainnya.

Aksi dukungan yang diberikan oleh Bonita tidak tanggung-tanggung. Sejak peluit panjang tanda kemenangan Persib dibunyikan, dirinya sudah ikut larut dalam kegembiraan bersama warga lainnya. Ia rela menempuh perjalanan jauh demi bisa menyaksikan langsung momen bersejarah yang sudah dinantikan oleh seluruh publik sepak bola Bandung.

Bonita mengaku sudah sejak malam sebelumnya ikut merayakan kemenangan Persib. Ia memulai perjalanan dari kawasan Cicadas lalu kembali pulang untuk bersiap sebelum kembali turun ke jalan demi merasakan atmosfer konvoi yang menurutnya selalu menghadirkan rasa bangga yang berbeda. Perjalanan panjang dan melelahkan itu terbayar tuntas ketika melihat trofi juara berhasil diarak di tanah Pasundan.

“Euforianya beda karena kita bangga bisa sampai di titik ini,” kata Bonita di Pendopo Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026.

Meski kondisi jalan dipadati ribuan bobotoh, semangat Bonita tak surut. Ia bahkan ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa ikut merayakan kemenangan dengan aman dan nyaman. Kehadirannya di tengah kerumunan massa menjadi bukti nyata bahwa sepak bola adalah milik semua orang, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.

Menembus kemacetan dan kepadatan kota di saat konvoi juara tentu memiliki tantangan tersendiri, terlebih bagi seorang penyandang disabilitas. Namun, Bonita mengungkapkan bahwa ketakutannya sirna berkat kepedulian luar biasa yang ditunjukkan oleh sesama pendukung Persib di sepanjang jalur konvoi.