POLA JABAR – Penggunaan Air Conditioner (AC) di dalam mobil merupakan kebutuhan mutlak saat melakukan perjalanan mudik Lebaran, terlebih di tengah cuaca panas ekstrem dan kemacetan panjang.
Namun, penggunaan AC yang tidak tepat tidak hanya membuat kabin kurang sejuk, tetapi juga dapat membebani kinerja mesin yang berujung pada pemborosan bahan bakar minyak (BBM). Mengatur suhu dan sirkulasi udara secara bijak adalah kunci agar perjalanan tetap nyaman tanpa menguras kantong.
Berikut adalah panduan mengatur AC mobil secara efektif selama perjalanan mudik:
1. Buang Udara Panas Sebelum Menyalakan AC
Jika mobil terparkir cukup lama di bawah terik matahari, jangan langsung menyalakan AC saat masuk. Buka seluruh jendela terlebih dahulu dan jalankan mobil perlahan selama 1-2 menit untuk membuang udara panas (heat soak) yang terperangkap di dalam kabin. Setelah suhu di dalam terasa sedikit turun, barulah tutup jendela dan nyalakan AC secara bertahap.
2. Atur Suhu di Angka Moderat (23-25°C)
Banyak pengendara menyetel AC di suhu paling rendah (18°C) dengan harapan kabin cepat dingin. Padahal, hal ini membuat kompresor bekerja terus-menerus tanpa henti (full load), yang sangat memboroskan BBM. Aturlah suhu di angka moderat sekitar 23°C hingga 25°C. Suhu ini sudah cukup sejuk untuk iklim tropis dan memungkinkan kompresor untuk beristirahat sejenak saat suhu tercapai.
3. Gunakan Mode Resirkulasi Udara Dalam
Pastikan tombol sirkulasi udara berada pada mode interior (gambar mobil dengan tanda panah berputar di dalam). Mode ini menutup akses udara dari luar masuk ke dalam kabin. Dengan mode resirkulasi, AC hanya perlu mendinginkan udara yang sudah ada di dalam kabin, sehingga beban kerja sistem pendingin menjadi lebih ringan dan udara tetap bersih dari polusi asap kendaraan di luar.