POLAJABAR.COM - Warga Desa Sasagaran di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini dapat merasakan kelegaan setelah bertahun-tahun hidup dalam kecemasan saat menyeberangi Sungai Cimandiri. Rasa was-was tersebut kini sirna seiring dengan berdirinya infrastruktur baru yang lebih kokoh.
Jembatan yang baru diresmikan ini diberi nama Jembatan Gantung Prima Jantake, memiliki bentang sepanjang 35 meter dan tampak berdiri megah. Sebelumnya, warga mengandalkan jembatan yang terbuat dari bambu yang kondisinya dinilai sangat rapuh.
Peresmian jembatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, dan disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Infrastruktur ini sangat vital bagi pergerakan penduduk di wilayah tersebut.
Jembatan Gantung Prima Jantake berfungsi sebagai akses penting yang menghubungkan warga dari tiga kecamatan berbeda, yaitu Kebonpedes, Nyalindung, dan Gegerbitung. Akses ini mencakup perjalanan menuju pusat pasar, institusi pendidikan, hingga fasilitas kesehatan terdekat.
Dampak dari pembangunan ini tidak hanya memutus isolasi geografis, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor pertanian. Mobilitas hasil pertanian yang merupakan urat nadi perekonomian warga kini menjadi jauh lebih lancar.
Setelah seremoni peresmian selesai, pantauan di lokasi menunjukkan warga langsung menyerbu jembatan baru tersebut. Peristiwa ini menandai berakhirnya masa sulit penyeberangan sungai bagi mereka.
Peresmian infrastruktur strategis ini dilakukan secara simbolis oleh dua pejabat penting, yaitu Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo dan Bupati Sukabumi Asep Japar. Kedua tokoh ini turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Menariknya, setelah diresmikan, area di sekitar Jembatan Gantung Prima Jantake mendadak menjadi destinasi rekreasi dadakan bagi warga. Banyak masyarakat datang untuk menikmati pemandangan baru atau sekadar bermain air di sungai.
"Bertahun-tahun dihantui rasa cemas saat menyeberangi Sungai Cimandiri, warga Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini bisa bernapas lega," demikian disampaikan salah satu warga setempat, mengacu pada kondisi sebelumnya.
