POLAJABAR.COM - Suasana malam di Kawasan Gebu Bojongkoneng tampak begitu hangat dan meriah pada Jumat malam (24/7). Ribuan masyarakat berkumpul untuk memadati area lapangan hitam Kantor Bupati Tasikmalaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394.
Perayaan tahunan kali ini terasa istimewa lantaran diwarnai aksi pemecahan rekor dunia melalui sajian kuliner daerah. Pemerintah daerah bersama pihak panitia menghadirkan ribuan porsi opak, penganan tradisional khas Sunda, yang ditata rapi menyusuri area acara.
Pemandangan memukau terlihat saat jajaran penganan berbahan dasar olahan tradisional ini dibariskan di sepanjang lokasi kegiatan. Acara puncak ini sengaja digelar untuk mengangkat kembali eksistensi makanan tradisional Jawa Barat di mata publik.
Dikutip dari panitia acara, jumlah porsi yang disajikan dalam helatan megah tersebut mencapai angka fantastis yakni 3.123 porsi. Sajian kuliner khas Sunda dalam jumlah raksasa ini diklaim menjadi yang terbanyak dan pertama kalinya diselenggarakan di dunia.
Setiap porsi penganan gurih tersebut dibungkus secara rapi dan higienis menggunakan plastik transparan. Sentuhan estetika makin terasa dengan balutan pita warna-warni yang mempercantik tampilan setiap bungkus opak.
Takaran di setiap bungkusnya pun disiapkan secara merata dan cermat oleh para petugas di lapangan. Dalam satu porsi bungkus plastik, terdapat lima buah opak renyah yang siap dinikmati oleh para pengunjung.
Demi menampung seluruh porsi yang melimpah tersebut, panitia sampai harus merangkai meja berukuran sangat panjang. Meja bentangan yang disiapkan bahkan mencapai panjang lebih dari 250 meter menyusuri lapangan hitam.
"Sajian ribuan porsi opak ini merupakan wujud kebanggaan kami terhadap warisan kuliner leluhur masyarakat Sunda," ujar panitia penyelenggara. Keberhasilan penyajian ini secara resmi menorehkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) bagi Kabupaten Tasikmalaya.
