POLAJABAR.COM - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus memperketat pengawasan jalur operasional Kereta Cepat Whoosh dari ancaman benda asing. Langkah penertiban masif secara berkala dilakukan terhadap aktivitas masyarakat yang mengoperasikan layang-layang di sekitar koridor perlintasan.

Berdasarkan data operasional penertiban, sebanyak 3.333 layang-layang berhasil diturunkan serta diamankan oleh tim petugas lapangan. Penertiban ini berfokus pada kawasan pemukiman warga yang berdekatan langsung dengan infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Sebagian besar tindakan pencegahan ini terpusat di tiga wilayah padat penduduk di Jawa Barat. Lokasi penertiban tersebut meliputi kawasan Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, hingga wilayah Kabupaten Bandung.

Keberadaan layang-layang beserta benangnya di radius jalur kereta menyimpan potensi risiko keselamatan yang cukup tinggi. Hal ini mengingat Kereta Cepat Whoosh mengandalkan pasokan daya utama dari Jaringan Listrik Aliran Atas (JLAA) bertegangan tinggi.

Apabila benang atau kerangka layang-layang tersangkut pada jaringan listrik tersebut, potensi gangguan pasokan daya dapat langsung terjadi. Gangguan pada sistem kelistrikan ini tidak hanya memicu kendala teknis, tetapi juga berisiko membahayakan kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Sebagai bentuk mitigasi risiko yang berkelanjutan, manajemen KCIC menerjunkan tim patroli untuk menyisir kawasan sepanjang lintasan secara intensif. Pemantauan rutin ini difungsikan sebagai langkah antisipasi dini sebelum timbul dampak merugikan pada operasional kereta.

"Keselamatan seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh senantiasa menjadi prioritas utama dan yang paling mendasar bagi KCIC," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.

Melalui sterilisasi koridor secara konsisten serta pendekatan edukatif kepada masyarakat sekitar, keandalan sistem kelistrikan Whoosh diharapkan terus terjaga secara optimal. Dikutip dari rilis resmi KCIC, kesadaran warga lokal menjadi kunci penting dalam mendukung terciptanya moda transportasi publik yang aman dan bebas dari gangguan teknis.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.