POLAJABAR.COM - Inovasi sains terus berkembang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global yang kian ekstrem. Sejumlah ilmuwan baru-baru ini mengajukan metode unik berupa rekayasa sinar matahari untuk meredam dampak fenomena El Nino.

Pendekatan yang sepintas menyerupai konsep fiksi ilmiah ini menjadi perbincangan hangat dalam penanganan iklim dunia. Dikutip dari jurnal Science Advances, gagasan tersebut dirancang untuk meredupkan intensitas radiasi matahari secara terukur pada kawasan tertentu.

Para peneliti dari University of California San Diego memimpin kajian mengenai pemanfaatan rekayasa geoteknik matahari tersebut. Mereka menilai bahwa teknik intervensi ini dapat difokuskan langsung untuk menstabilkan dinamika suhu di Samudra Pasifik.

Fenomena El Nino sendiri selama ini dikenal luas sebagai pemicu berbagai bencana cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Bencana yang kerap ditimbulkan meliputi kekeringan berkepanjangan, gelombang panas menyengat, hingga curah hujan ekstrem yang memicu banjir.

"Penerapan geoteknik matahari tidak hanya bertujuan mendinginkan suhu Bumi secara keseluruhan, melainkan dapat ditargetkan secara spesifik untuk melemahkan intensitas El Nino," kata tim peneliti dari University of California San Diego.

Metode solar geoengineering ini bekerja dengan cara memantulkan sebagian kecil cahaya matahari kembali ke luar angkasa. Langkah tersebut dilakukan guna menekan lonjakan suhu permukaan laut yang menjadi pemantik utama munculnya fenomena El Nino.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.