POLAJABAR.COM - Wilayah Kota Bandung akan kembali menghadapi jadwal pemadaman listrik sementara pada hari Senin, 22 Juni 2026. Pemadaman ini merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Gangguan suplai listrik ini dijadwalkan berlangsung secara bergilir, mencakup sejumlah area mulai dari pagi hari hingga memasuki waktu malam. Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi potensi pemadaman yang telah terstruktur ini.
PT PLN (Persero) selaku penyedia layanan kelistrikan telah mengumumkan alasan utama di balik kebijakan pemadaman sementara ini. Langkah ini diambil untuk merespons kondisi operasional jaringan yang memerlukan penyesuaian segera.
Penurunan kapasitas suplai listrik menjadi dampak langsung dari kendala teknis yang terjadi pada salah satu pembangkit listrik utama. Hal ini memaksa PLN melakukan penjadwalan pemadaman di berbagai daerah terdampak.
"Pemadaman sementara ini dilakukan akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik ke sejumlah daerah," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh PT PLN (Persero).
Dikutip dari PT PLN (Persero), tindakan ini merupakan langkah preventif agar gangguan yang lebih besar tidak terjadi pada sistem kelistrikan secara keseluruhan. Prioritas utama adalah memulihkan kondisi operasional pembangkit secara aman.
Seluruh warga yang tinggal di wilayah yang masuk dalam daftar terdampak pemadaman diminta untuk segera mengambil langkah antisipasi. Penyesuaian aktivitas sangat dibutuhkan selama periode listrik padam berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan kebutuhan energi dan perangkat elektronik mereka sejalan dengan jadwal yang telah dirilis oleh pihak pengelola listrik. Hal ini bertujuan meminimalisir kerugian akibat terhentinya aliran listrik.
"Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi gangguan selama proses pemadaman berlangsung," menurut himbauan yang dikeluarkan oleh otoritas kelistrikan setempat.