POLAJABAR.COM - Perjalanan menuju Desa Ridogalih di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menyajikan tantangan tersendiri bagi para pelintas. Suhu udara yang sejuk langsung terasa saat kendaraan menapaki kontur jalanan yang terjal dan curam.
Medan jalan di kawasan ini dikenal sangat menantang karena jalurnya yang meliuk tajam dan berkelok-kelok. Rute tersebut membelah hamparan vegetasi hutan yang masih sangat lebat dan rapat, menjaga keasrian lingkungannya.
Kawasan perbukitan ini memancarkan aura magis dan keasrian alam yang sangat kental terasa oleh siapa pun yang melewatinya. Hal ini wajar mengingat wilayah ini berdekatan dengan lanskap kampung adat Kasepuhan.
Masyarakat di sekitar area tersebut masih teguh memegang tradisi para leluhur atau karuhun mereka, hidup dalam harmoni dan keselarasan dengan alam sekitar.
Di tengah dominasi sabuk hijau pepohonan itulah, tersembunyi sebuah perkampungan bernama Kampung Kadubengkung. Lokasi ini menyimpan catatan sejarah panjang mengenai kejayaan sumber daya alam yang pernah dimilikinya.
Nama Kadubengkung kini terasa ironis bagi sebagian warga setempat, mengingat pohon yang menjadi asal-usul penamaan kampung tersebut sudah lama menghilang dari habitat aslinya.
"Udara sejuk langsung menyergap pori-pori kulit saat kendaraan mulai merayapi kontur jalanan curam di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi," demikian digambarkan suasana awal menuju desa tersebut.
Kondisi jalan yang menanjak dan berkelok tajam memaksa setiap pengendara untuk selalu waspada saat melintasi jalur yang membelah hutan lebat tersebut, ujar seorang penelusur wilayah.
Fenomena hilangnya pohon yang menjadi penanda identitas kampung ini menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam di sekitar area yang berdekatan dengan komunitas adat.