POLA JABAR – Jika kamu memperhatikan berita ekonomi, istilah bullish dan bearish sering kali disebut untuk menggambarkan kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

Uniknya, kedua istilah ini menggunakan nama hewan, yaitu banteng (bull) dan beruang (bear).

Lantas, apa hubungannya hewan-hewan ini dengan angka saham yang naik-turun? Mari kita bedah:

1. Bullish (Si Banteng yang Menyeruduk ke Atas)

Istilah bullish digunakan saat kondisi pasar saham sedang menguat atau harganya cenderung naik.

  • Filosofinya: Seekor banteng saat menyerang akan menggunakan tanduknya untuk menyeruduk dari bawah ke atas.
  • Maknanya: Jika IHSG dikatakan sedang bullish, artinya kepercayaan investor sedang tinggi, ekonomi dinilai sedang tumbuh, dan harga saham "terangkat" naik ke atas.

2. Bearish (Si Beruang yang Mencakar ke Bawah)

Sebaliknya, bearish adalah istilah untuk menggambarkan kondisi pasar yang sedang lesu atau harganya terus menurun.

  • Filosofinya: Seekor beruang saat menyerang akan mengayunkan cakarnya dari atas ke arah bawah.
  • Maknanya: Jika kondisi pasar sedang bearish, artinya banyak investor yang cemas dan memilih untuk menjual saham mereka. Hal ini mengakibatkan harga saham "tertekan" turun ke bawah.