POLA JABAR – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP tahun ini akan disinergikan dengan Asesmen Nasional (AN).
Pendekatan ini diambil agar penilaian karakter dan akademik sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA memiliki tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning (memotret capaian), assessment for learning (dasar perbaikan pembelajaran), serta assessment as learning (bagian penilaian komprehensif).
Untuk mendukung kesuksesan tersebut, Kemendikdasmen menyusun dua tahapan penting: simulasi dan gladi bersih.
Namun, banyak yang belum tahu bahwa keduanya memiliki prosedur yang sangat berbeda.
Simulasi TKA: Uji Coba Internal Sekolah
Tahap simulasi dirancang hanya untuk satuan pendidikan yang berstatus mandiri (memiliki infrastruktur sendiri).
Pada tahap ini, sekolah diperbolehkan menggunakan data dummy atau data bayangan untuk sekadar menguji coba sistem.
Karena tujuannya hanya untuk mengetes kesiapan server dan aplikasi, pelaksanaan simulasi tidak wajib melibatkan para peserta didik (murid).