POLA JABAR – Banjir sering menjadi momok bagi pengendara motor, terutama motor matic.
Meski terlihat praktis dan ringan, motor matic memiliki risiko khusus jika dipaksa menerobos genangan air.
1. Risiko Mesin dan Sistem CVT
Motor matic menggunakan sistem transmisi otomatis (CVT) yang sensitif terhadap air. Jika air masuk ke ruang mesin atau CVT, motor bisa mogok, belt CVT licin, atau kerusakan permanen pada komponen penggerak roda.
2. Sistem Kelistrikan Lebih Rentan
Motor matic umumnya memiliki kabel dan sensor elektronik lebih banyak dibanding motor manual. Arus listrik dapat korsleting jika terkena air, menyebabkan lampu mati, mesin mati, atau kerusakan ECU.
3. Batas Aman Tinggi Air
Secara umum, motor matic aman melewati banjir dengan ketinggian maksimal 10–15 cm. Lebih dari itu, risiko air masuk ke CVT, filter udara, atau bagian kelistrikan meningkat drastis.
4. Tips Jika Terpaksa Lewat Banjir