POLA JABAR – Kasus kecelakaan akibat microsleep sering terjadi di jalan raya, terutama saat musim liburan dan perjalanan jarak jauh.
Kondisi ini terlihat sepele karena berlangsung hanya beberapa detik, namun sangat berbahaya karena pengemudi bisa kehilangan kendali tanpa sadar.
Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat, biasanya kurang dari 10 detik, akibat tubuh yang terlalu lelah.
Berikut lima penyebab utama pengemudi mengalami microsleep saat berkendara.
1. Kurang Tidur
Kurang tidur adalah faktor paling umum. Tubuh yang tidak mendapat istirahat cukup membuat otak “memaksa” untuk tidur meski pengemudi sedang berkendara. Bahkan, tidur kurang dari 6 jam sudah meningkatkan risiko microsleep.
2. Kelelahan Fisik
Mengemudi dalam waktu lama tanpa istirahat membuat tubuh kelelahan.
Otot menegang, mata sulit fokus, dan respons melambat kondisi ideal terjadinya microsleep. Disarankan istirahat setiap 2–3 jam perjalanan.